Pengertian Integrasi Nasional, Konsep, Syarat, Faktor Pembentuk dan Penghambatnya

 Integrasi nasional adalah pembauran atau upaya menyatukan suatu bangsa sehingga menjadi sebuah kesatuan yang utuh. Terdapat beberapa macam pengertian integrasi nasional.

Menurut Kamus Besar Bangsa Indonesia (KBBI), integrasi berarti pembauran sampai menjadi satu kesatuan utuh dan bulat. Sementara arti dari kata nasional sendiri adalah bangsa. Jadi, integrasi nasional adalah sebuah proses upaya penyatuan wilayah yang di dalamnya terdapat beraneka perbedaan.

Jika ditinjau dalam makna politis, integrasi nasional secara politis berarti sebuah penyatuan berbagai kelompok sosial budaya ke dalam kesatuan wilayah bangsa yang akan membentuk suatu identitas nasional.

Dqlqm tinjauan antropologi, integrasi nasional adalah sebuah proses penyamaan dengan berbagai unsur kebudayaan yang beraneka ragam sehingga akan mencapai suatu kesesuaian fungsi yang ada di dalam kehidupan masyarakat.

Integrasi nasional merupakan sebuah konsep yang penting dan perlu untuk dipahami setiap warga negara. Hal-hal yang dipelajari dalam sebuah integrasi nasional, antara lain syarat, faktor pembentuk dan juga penghambatnya.

Berikut ini rangkuman mengenai pengertian integrasi nasional menurut para ahli, syarat, faktor pembentuk dan juga penghambat, seperti dilansir dari laman Gurupendidikan dan Zonareferensi

Pengertian Integrasi Nasional Menurut Ahli

Ilustrasi peta Indonesia. (Photo by Capturing the human heart. on Unsplash)
Ilustrasi peta Indonesia. (Photo by Capturing the human heart. on Unsplash)
Baca juga:  Ragam Jajanan Sedap Ini Hanya Bisa Ditemukan di Pontianak


Dr. Nazaruddin Sjamsuddin

Integrasi nasional merupakan proses upaya pembauran sebuah bangsa yang meliputi seluruh aspek kehidupannya, yakni dalam aspek politik, sosial, budaya serta ekonomi.

Howard Wriggins

Integrasi nasional merupakan penyatuan bagian terpisah dari masyarakat untuk menjadi kesatuan/keseluruhan bagian yang lebih utuh atau membaurkan seluruh masyarakat kecil yang jumlahnya banyak dalam sebuah satu kesatuan bangsa.

Myron Weiner

Integrasi nasional adalah proses dari penyatuan bermacam golongan sosial dan budaya ke dalam sebuah wilayah, sebagai upaya membentuk indentitas nasional.

J. Soedjati Djiwandono

Integrasi nasional adalah cara bagaimana agar kelestarian dalam persatuan nasional dalam arti yang luas bisa didamaikan dengan hak dalam menentukan nasib sendiri.

Safroedin Bahar

Integrasi nasional memiliki pengertian membuat atau menyempurnakan dengan cara menyatukan berbagai macam unsur bangsa yang mulanya terpisah-pisah.

Konsep dan Syarat-syarat Integrasi Nasional

Ilustrasi bendera Indonesia. (Photo by Pexels)
Ilustrasi bendera Indonesia. (Photo by Pexels)

Konsep Integrasi Nasional

Integrasi nasional dalam konsep vertikal mencakup bagaimana proses mempersatukan rakyat dengan pemerintah yang hubungannya terintegrasi secara vertikal. Konsep ini juga mencakup bagaimana cara penyatuan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Secara horisontal konsep integrasi nasional mencakup bagaimana membaurkan rakyat Indonesia yang tingkat keragamannya sangat tinggi. Bagaimana pula membangun identitas kebangsaan yang sama, meski masyarakat memiliki kemajemukan jati diri golongan, agama, etnis, dan lain-lain yang berbeda.

 

Syarat-syarat Integrasi Nasional

1. Anggota masyarakat merasa bahwa mereka bisa dan berhasil untuk saling mengisi kebutuhan masing-masing orang.

2. Terciptanya kesepakatan masyarakat mengenai norma-norma dan nilai sosial yang akan dilestarikan dan dijadikan pedoman.

3. Norma-norma dan nilai-nilai sosial tersebut dijadikan aturan pasti dalam melakukan integrasi sosial.

Faktor-Faktor Terbentuknya Integrasi Nasional

1. Tertanam Rasa Senasib dan Seperjuangan

Satu di antara faktor pendukung tumbuhnya integrasi nasional yang paling utama ialah terbentuknya perasaan senasib dan seperjuangan. Hal tersebut telah muncul saat masa penjajahan, di mana rakyat Indonesia bersatu untuk merdeka karena sebuah semangat keinginan yang sama, tanpa memedulikan suku, agama, ras, maupun golongan.

2. Keinginan untuk Bersatu

Salah satu peristiwa bersejarah yang menunjukkan adanya keinginan menumbuhkan persatuan Indonesia adalah deklarasi Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Warga Indonesia menginginkan untuk bisa bersama dalam satu semangat perjuangan yang sama, sesuai cita-cita nasional.

3. Nasionalisme

Faktor lain yang tak kalah penting dalam memengaruhi integrasi nasional juga karena adanya rasa cinta Tanah Air di kalangan rakyat Indonesia. Hal itu dibuktikan saat masa perjuangan dalam merebut, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia sampai sekarang.

4. Wujud Ideologi Nasional

Integrasi nasional menjadi wujud dari ideologi nasional yang telah disepakati bersama. Lewat ideologi Pancasila, Indonesia yang mempunyai banyak perbedaan atau keragaman bisa tetap bersatu. Hal itu dikarenakan nilai-nilai Pancasila yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

5. Budaya Gotong Royong

Faktor pembentuk integrasi nasional lain adalah adanya budaya saling bantu gotong royong. Seperti diketahui, budaya gotong royong merupakan ciri khas kepribadian rakyat Indonesia secara turun temurun sejak dulu dan harus dipertahankan hingga sekarang.

6. Mengantisipasi Ancaman Asing

Integrasi nasional juga bisa tumbuh dalam jiwa anak bangsa yang berusaha mengantisipasi ancaman dari luar. Bentuk ancaman dari luar tersebut meliputi pengambilan wilayah atau pulau paling luar di Indonesia.

Faktor-faktor penghambat Integrasi Nasional

1. Anak Bangsa yang Beraneka Ragam

Masyarakat yang ada terlalu majemuk, mulai dari keragaman kelompok suku, agama, ras, dan juga golongan lainnya. Bahkan tercatat terdapat ribuan suku bangsa di Indonesia, yang membuat terhambatnya integrasi nasional karena berbagai perbedaan yang mencolok.

2. Wilayah Indonesia yang Luas

Wilayah negara Indonesia yang sangat luas juga menjadi faktor yang menghambat integrasi nasional. Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau yang dipisahkan lautan luas.

3. Paham Etnosentrisme yang Telah Mengakar

Etnosentrisme adalah fanatisme suku bangsa yang menimbulkan sebuah paradigma bahwa kebudayaan yang dimiliki lebih baik dari kebudayaan lainnya. Hal ini membuat tiap suku dan golongan di Indonesia menganggap bahwa golongan dan budayanya lebih baik dari suku lain. Kondisi tersebut bisa menjadi ancaman serius integrasi nasional.

4. Pembangunan yang Tidak Merata

Dengan wilayah Indonesia yang sangat luas, menjadikan pembangunan infrastruktur tidak merata. Ini merupakan tantangan dalam mengupayakan pelaksanaan integrasi nasional karena adanya ketimpangan pembangunan. Daerah di pulau Jawa dan Indonesia bagian barat kemungkinan cenderung lebih maju sektor pembangunannya daripada wilayah Indonesia timur.

Hal tersebut bagi sebagian pihak dapat menimbulkan rasa tidak puas.

5. Tergerusnya Budaya Asli

Mulai tergerusnya budaya asli Indonesia secara perlahan juga bisa menghambat proses integrasi nasional. Lemahnya nilai-nilai budaya Indonesia terjadi disebabkan kuatnya pengaruh budaya asing yang tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa, baik melewati kontak secara langsung maupun tidak langsung.

 

Sumber: Zonareferensi, Gurupendidikan

Baca juga:  Ditanya Soal Bagi-Bagi Kondom, Ini Jawaban Mengejutkan Nikita Mirzani!

Leave a Comment