5 Pilihan Investasi Untuk Anak Muda

Hai kamu yang masih usia muda. Sudahkah kamu memikirkan investasi untuk waktu jangka pendek atau panjang? Jika belum, berikut ada beberapa jenis investasi untuk anak muda yang mungkin cocok untuk kamu. Contoh saja pemain saham termuda, Andika Sutoro yang mulai belajar investasi saham sejak berusia 14 tahun.

Sebagaimana dikutip dari Kumparan, ketika usia Andika masih 17 tahun, dia berhasil meraih Rp 1 miliar pertamanya dan hingga saat ini kekayaannya terus bertambah hingga menjadikan dia seorang full-time investor.

Investor kelahiran Juni 1994 ini mulai belajar investasi saham di usia 14 tahun. Setelah mendapat bekal yang cukup, Andika meminta ijin orang tuanya untuk mulai membuka akun di pasar saham. Awalnya, orang tua Andika tidak menyetujui mengingat usianya yang masih sangat muda. Tapi, Andika terus mengedukasi dan meyakinkan orang tuanya sehingga dia diperbolehkan untuk menggeluti dunia saham di usianya yang ke-15.

Waktu itu, dia belum cukup umur hingga ayahnya yang membuka akun di pasar saham dan Andika mulai menginvestasikan uang sebesar Rp 10 juta. Tetap optimis dan selalu belajar meski sempat mengalami untung rugi investasi saham, akhirnya yang diinginkan pemuda ini tercapai. Dia mendapat 1 M pertamanya di usia 17 tahun. Sejak saat itu dia telah berhasil menjadi anak muda miliarder saham.

Karena itulah, sebagai anak muda tentu kita harus menyadari pentingnya investasi di usia muda. Namun sebagai pemula seringkali kita dibingungkan dengan berbagai pertanyaan, seperti apa investasi yang cocok untuk anak muda? Apa saja jenis investasi untuk anak muda? Apa saja investasi mudah dan menguntungkan?

Baca juga:  3 Tahap Pertolongan Terhadap Korban Gigitan Ular

Nah, untuk membantu kamu memilih apa saja jenis investasi untuk anak muda, berikut ini adalah tips cara memulai investasi untuk anak muda beserta jenis investasi yang layak kamu coba di masa muda.

Bagaimana Cara Memulai Investasi di Usia Muda?

Setiap jenjang usia tentu memiliki kebutuhan dan tuntutan finansial yang tidak sama. Oleh karena itu, pemilihan alat investasi harus cermat dilakukan sesuai dengan usia dan kebutuhan calon investor.

Sebagai anak muda yang baru akan memulai investasi, kamu bisa melakukan tiga hal ini:

1. Mengkonsep rencana dan tujuan jangka panjang

Dengan mengetahui kapan keuntungan ingin kamu dapatkan, kamu akan tahu berapa dana yang harus diinvestasikan dan jenis investasi yang cocok untuk kamu ambil.

2. Atur anggaran dana yang ingin diinvestasikan

Persentase besaran dana yang mesti kamu keluarkan untuk investasi berkisar dari 20%-40% dari pendapatan kamu. Kamu harus pastikan lebih dulu bahwa kebutuhan primer sudah tercukupi, dan menyisakan dana untuk kebutuhan darurat tak terduga sebelum melakukan investasi.

3. Memilih produk investasi sesuai tujuan keuangan

Pilih alat investasi dengan risiko yang sesuai dengan karakter, kesanggupan dan danamu.

Menurut Fellexandro Ruby, seorang entrepreneur muda sekaligus mentor Kejar Mimpi, ada 2 jenis investasi untuk pemula bagi generasi milenial:

Pertama: Investasi aset nyata atau aset wujud nyata di luar sektor keuangan. Dalam hal ini contohnya adalah emas, tanah, hingga properti seperti rumah atau apartemen untuk disewakan kembali.

Kedua: Aset finansial di sektor keuangan dimana ada komitmen dalam mengikatkan aset pada surat-surat berharga yang diterbitkan oleh penerbitnya seperti saham, deposito, obligasi.

Jenis Investasi Yang Cocok Untuk Anak Muda

1. Emas

Sampai sekarang investasi emas masih menjadi investasi favorit yang populer di masyarakat. Emas pun sangat cocok untuk para investor muda yang memiliki preferensi faktor risiko rendah dan tidak terpengaruh terhadap laju inflasi. Jika dibandingkan dengan alat investasi lainnya, investasi emas tergolong sebagai investasi yang mudah dicairkan sewaktu-waktu. Cara menabung emas juga sangat mudah, lebih detailnya kamu bisa baca tips cara investasi emas di postingan sebelumnya.

Baca juga:  Android Oreo Hadir di Xiaomi Mi A1 Sebelum Awal Tahun

2. Deposito berkala

Investasi deposito cocok untuk investor muda yang masih belajar dan belum siap dengan resiko kerugian tinggi. Walaupun kelihatannya deposito sama seperti tabungan, tapi deposito memiliki pilihan jangka waktu tertentu sehingga uang yang disimpan tidak bisa dicairkan sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo. Namun, bunga deposito berjangka yang diberikan oleh pihak bank juga biasanya lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa, sehingga deposito bisa jadi pilihan produk investasi yang menguntungkan.

Leave a Comment